Minyak goreng adalah minyak yang
berasal dari lemak tumbuhan atau hewan
yang dimurnikan dan berbentuk cair
dalam suhu kamar dan biasanyadigunakan untuk menggoreng bahan makanan.Minyak goreng
berfungsi sebagai pengantar panas, penambah rasa gurih, dan penambah nilai
kalori bahan pangan.
Minyak merupakan senyawaan trigliserida atau triasgliserol, yang berarti “triester dari gliserol”.[1] Jadi minyak juga merupakan senyawaan ester.[1] Hasil hidrolisis minyak adalah asam karboksilat dan gliserol.[1] Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak bercabang.[1]
Berdasarkan sifat fisiknya, dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1.Minyak tidak mengering (non drying
oil)
a.Tipe minyak zaitun, yaitu minyak
zaitun, minyak buah persik, inti peach
dan minyak kacang.
b.Tipe minyak rape, yaitu minyak
biji rape, dan minyak biji mustard.
c.Tipe minyak hewani, yaitu minyak
babi, minyak ikan paus, salmon,
sarden, menhaden jap, herring,
shark, dog fish, ikan lumbalumba, dan
minyak purpoise
2. Minyak nabati setengah mengering
(semi drying oil), misalnya minyak biji
kapas, minyak biji bunga matahari,
kapok, gandum, croton, jagung
Sifat
sifat Minyak Goreng
sifat minyak goreng dibagi ke sifat
fisik dan sifat kimia :
I. SIFAT FISIK
1.warna
:
WarnaTerdiri dari 2 golongan,
golongan pertama yaitu zat warna alamiah, yaitu
secara alamiah terdapat dalam bahan
yang mengandung minyak dan ikut
terekstrak bersama minyak pada
proses ekstrasi. Zat warna tersebut antara
lain α dan β karoten (berwarna kuning),
xantofil,(berwarna kuning
kecoklatan), klorofil (berwarna
kehijauan) dan antosyanin(berwarna
kemerahan). Golongan kedua yaitu zat
warna dari hasil degradasi zat warna
alamiah, yaitu warna gelap
disebabkan oleh proses oksidasi terhadap
tokoferol
(vitamin E ), warna cokelat disebabkan oleh bahan untuk membuat minyak yang
telah busuk atau rusak, warna kuning umumnya terjadi pada minyak tidak jenuh.
II. SIFAT KIMIA
1.
Hidrolisa, dalam reaksi hidrolisa, minyak akandiubah menjadi asam lemakbebas
dan gliserol. Reaksi hidrolisa yang dapat menyebabkan kerusakan minyak atau
lemak terjadi karena terdapatnya sejumlah air dalam minyak tersebut.
2.
Oksidasi, proses oksidasi berlangsung bila terjadi kontak antara sejumlah Oksigen
dengan minyak. Terjadinya reoksidasi akan mengakibatkan bau tengik pada minyak
dan lemak.
3. Hidrogenasi, proses hidrogenasi
bertujuan untuk menumbuhkan ikatan
rangkap dari rantai karbon asam
lemak pada minyak
.1.5. Komposisi Minyak Goreng
Semua minyak tersusun atas unitunit
asam lemak. Jumlah asam lemak alami
yang telah diketahui ada dua puluh
jenis asam lemak yang berbeda. Tidak ada satu
pun minyak
atau lemak tersusun atas satu jenis asam lemak, jadi selalu dalam bentuk campuran
dari banyak asam lemak. Proporsi campuran perbedaan asam tersebut menyebabkan
lemak dapat berbentuk cair atau padat, bersifat sehat atau membahayakan
kesehatan, tahan simpan
Akibat Penggunaan Minyak Goreng Berulang kali
Menurut Ketaren (2005), tanda awal
dari kerusakan minyak goreng adalah
terbentuknya akrolein pada minyak
goreng. Akrolein ini menyebabkan rasa gatal
pada tenggorokan pada saat
mengkonsumsi makanan yang digoreng menggunakan
minyak goreng berulang kali.
Akrolein terbentuk dari hidrasi gliserol yang
membentuk aldehida tidak jenuh atau
akrolein.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar